Sadar gak, sih? Saat membaca teks bahasa Belanda, kita sering menemukan kata kecil bernama “Er”. Eits, meskipun dia hanya terdiri dari 2 huruf, ternyata “Er” adalah salah satu elemen kata yang paling sulit dikuasai sepenuhnya, lho! Ini karena “Er” tidak memiliki padanan kata yang konsisten dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Kadang, kata ini berfungsi sebagai petunjuk tempat, tapi kadang juga muncul sebagai subjek sementara dalam kalimat. Penggunaan Er yang tidak tepat dapat membuat kalimatmu menjadi kaku atau bahkan salah secara gramatikal.
Nah, di artikel ini, kita akan membahas 4 fungsi utama “Er” supaya kamu tidak salah kaprah lagi! 😀
Petunjuk Lokasi dan Subjek Sementara

Fungsi utama er yang paling umum adalah sebagai pengganti keterangan tempat yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam konteks ini, er berfungsi untuk menghindari pengulangan kata yang tak perlu. Contoh sederhananya, saat seseorang bertanya “Apakah kamu pernah ke Amsterdam?” kamu bisa menjawab, “Ja, ik woon er” (Ya, aku tinggal di sana). Di sini, er menggantikan kata “Amsterdam”, agar kalimat terdengar tidak repetitif.
Selain itu, er juga bisa kita gunakan sebagai subjek sementara untuk memperkenalkan keberadaan sesuatu yang bersifat umum. Ini bisa kita gunakan saat ingin menyatakan bahwa “ada” sesuatu di suatu tempat tertentu. Contoh, “Er staat de fiets op de stoep” (Ada sebuah sepeda di atas trotoar).
Bagaimana, gampang, bukan? 😀
Menunjukkan Jumlah atau Kuantitas

Nah, fungsi ini seringkali membingungkan pembelajar, yakni penggunaan er bersama dengan angka atau kata keterangan jumlah. Dalam bahasa Belanda, jika kamu menyebutkan angka tanpa menyebutkan kembali kata bendanya, kamu harus menyisipkan er. Ini dilakukan untuk merujuk kembali pada benda yang sedang dibicarakan supaya struktur kalimat tetap lengkap.
Coba sekarang bayangkan ada orang yang menanyakan “Hoeveel potloden heb jij?” (berapa banyak pensil yang kamu punya?). alih-alih menjawab “Ik heb twee” (Aku punya dua), kalimat yang benar secara gramatikal adalah “Ik heb er twee”. Kata er berfungsi untuk merujuk kembali “pensil” yang lawan bicara tanyakan sebelumnya.
Aturan ini juga berlaku untuk kata jumlah lain, seperti “veel” (banyak) atau “weinige” (sedikit) dalam berbagai situasi.
Kombinasi Er dengan Preposisi dan Kalimat Pasif

Fungsi ketiga dan keempat ini melibatkan penggunaan er yang digabungkan dengan kata depan atau preposisi tertentu dalam kalimat. Dalam bahasa Belanda, preposisi tidak boleh diikuti langsung oleh kata ganti benda mati seperti “het”. Sebagai gantinya, preposisi tersebut akan bergabung dengan er untuk membentuk kata baru yang unik dan efisien.
Contoh, saat kamu ingin mengatakan “di atasnya”, kamu tidak menggunakan “op het”, melainkan menggunakan “Erop”. Seperti contoh berikut ini, “Ik reken erop” (Aku mengandalkan hal itu).
Selain kombinasi preposisi, er juga membentuk kalimat pasif yang tidak memiliki subjek orang. Ini sering di gunakan untuk mendeskripsikan sebuah situasi atau aktivitas yang sedang berlangsung secara umum di suatu lokasi. Contoh, “Er wordt hier veel gedanst” (Ada banyak tarian yang dilakukan di sini). Ini memberikan kesan bahwa banyak orang yang melakukan tarian di sini tanpa menyebutkan pelakunya secara spesifik.
Kesimpulan
Bagaimana, mudah, bukan? :D. Memang, awalnya terlihat membingungkan, namun dengan latihan pendengaran yang konsisten, kamu bisa menguasai fungsi er tersebut. Memahami pola-pola di atas akan membuat bicaramu terdengar lebih alami dan natural. Saranku, kamu bisa mulai memperhatikan penggunaan er saat membaca artikel bahasa Belanda atau mendengarkan podcast agar insting bahasamu makin terasah. Jangan takut salah dan teruslah berlatih!